Sekilas Info

“Gelar teknologi ini diharapkan bisa menjadi ajang untuk saling tukar menukar informasi khususnya

Ditjen P2HP Gelar Pameran Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan

Dalam rangka mendukung penyebarluasan alih teknologi dan informasi hasil perikanan pada daerah penerima mobil ATI dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan sumberdaya manusia pengelola Mobil ATI maka BBP2HP telah melaksanakan TOT Operasionalisasi Mobil ATI pada tanggal 18 s/d 22 Maret 2013 di Park Hotel – Jakarta.

Kegiatan TOT diikuti oleh 40 (empat puluh) orang peserta dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 1. Daftar peserta TOT Operasionalisasi Mobil ATI

No.

Asal Peserta

Jumlah

1.     

Dislutkan Propinsi Bali

4

2.     

Dislutkan Propinsi Sulawesi Selatan

4

3.     

Dislutkan Propinsi NTB

4

4.     

Diskanlut Propinsi NTT

4

5.     

Diskanlut Propinsi Jawa Timur

3

6.     

Dislutkan Propinsi Jawa Tengah

5

7.     

Diskanlut Propinsi Jawa Barat

3

8.     

Dislutkan Propinsi D.I Yogyakarta

7

9.     

Diskanlut Propinsi Banten

3

10.  

BBPMHP Cirebon

3

 

Jumlah

40 

 Materi yang disajikan dalam kegiatan ini adalah mengenai teknologi pengolahan pasca panen perikanan bernilai tambah yaitu:

1.    Kebijakan Ditjen P2HP

2.    Kebijakan Pemasaran Dalam Negeri dalam Mendukung Operasionalisasi Mobil        ATI

3.    Peran Penyuluh Perikanan dalam Mendukung Operasionalisasi Mobil ATI

4.    Peran BBP2HP dalam Mendukung Operasionalisasi Mobil ATi

5.    Informasi Hasil Inovasi Penerapan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan

6.    Pengelolaan Mobil Alih Teknologi dan Informasi (ATI)

7.    Pengantar  dan Praktek Teknologi Pengolahan Bandeng Cabut Duri

8.    Pengantar dan Praktek Teknologi Pengolahan Bandeng Isi

9.    Pengantar dan Praktek Teknologi Pengolahan Baso Ikan

10. Pengantar dan Praktek Teknologi Pengolahan Sosis Ikan

11. Pengantar dan Praktek Teknologi Pengolahan Krupuk ikan/Udang

12. Pengantar dan Praktek Teknologi Pengolahan Mie Rumput Laut

13. Pengantar dan Praktek Teknologi Pengolahan Sirup Rumput Laut

14. Pengantar  dan Praktek Teknologi Pengolahan Sabun Rumput Laut

15. Fieldtrip

Penyampaian materi TOT diselenggarakan dalam 2 (dua) metode yaitu teori dan praktek. Penyampaian materi dilaksanakan di ruang Pertemuan   Hotel Park - Jakarta, sedangkan kegiatan praktek dilakukan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan BBP2HP.  Selain itu juga dilakukan diskusi antara peserta dengan instruktur dengan tujuan agar dapat bertukar informasi mengenai materi yang telah diberikan.  Materi TOT disampaikan langsung oleh instruktur dari BBP2HP yang ahli dan berpengalaman dalam bidang pengolahan pasca panen perikanan.

Sepeda motor beroda tiga dilengkapi kotak pendingin (cool box) berukuran besar menjadi pusat perhatian dalam pameran bertajuk Gelar Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan, di Hotel Park, Jl. DI Panjaitan Kav. 5, Cawang, Jatinegara, Jakarta Timur.

Secara fisik, kendaraan yang menarik perhatian itu mirip motor pemadam kebakaran milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta. Bedanya, hanya warna yang mendominasi dan fungsi maupun ukuran kotak yang menempel pada jok belakang.

Jika motor pemadam kebakaran didominasi warna merah, dan kotak besar yang diboncengnya berfasilitas kelengkapan alat untuk memadamkan api, motor yang satu ini didominasi warna biru putih. Sementara kotak besar yang menempel di jok belakangnya berfungsi untuk mendinginkan, membekukan, dan mengawetkan produk ikan atau ikan olahan, layaknya lemari pendingin (kulkas).

Balai Besar Pengembangan dan Pengendalian Hasil Perikanan (BBP2HP) Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (Ditjen P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutnya sebagai Motor Roda Tiga Berpendingin. “Bisa juga disebut Sarana Pendingin Bergerak atau singkatnya SPG,” kata Harinto Wibowo, Kepala BBP2HP Ditjen P2HP KKP, sambil menunjuk kendaraan itu.

Kepada pengunjung termasuk Direktur Jenderal (Dirjen) P2HP KKP Saut P Hutagalung, Harinto memperkenalkan SPG ini sebagai karya inovatif tim dari instansinya, yang berfungsi sebagai sarana pemasaran bergerak untuk memasarkan produk ikan segar, ikan beku atau ikan olahan. SPG itu dilengkapi cool box yang dapat mempertahankan ruang penyimpanan pada suhu sekitar -16°C (baca: minus 16 derajat Celcius) hingga -18°C. “Sehingga bisa menyimpan produk-produk beku yang daya awetnya tahunan, bisa satu tahun lebih atau bahkan dua tahun.”

Keunggulan lainnya, tambah dia, cool box SPG tersebut menggunakan dua sumber daya, listrik, dan motor itu sendiri. Bahkan, bisa juga menggunakan genset. Hebatnya lagi, cool box berdimensi 163 x 126 x 126 cm3 itu mampu menampung muatan hingga 500 kg.

“SPG ini adalah pengembangan dari alat serupa yang sudah berjalan sebelumnya. Di mana yang sebelumnya, itu hanya menggunakan motor tidak bisa menggunakan listrik, dan suhunya hanya 5°C,” urai Harinto.

Harinto berharap, SPG ini dapat diproduksi dalam jumlah banyak, disebarluaskan, dan digunakan pengusaha perikanan atau pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) pada tahun 2014. Untuk itu, kini timnya tengah mematangkan dan mengkalkulasi tingkat efisiensi, dan ekonomi dari kendaraan tersebut. “Sekarang ini baru teknologinya atau teknisnya,” kata dia.

Dalam acara bertema “Penerapan Inovasi Teknologi Pengolahan dalam Rangka Mendukung Industrialisasi Perikanan untuk Kesejahteraan Masyarakat” itu juga ditampilkan beberapa dari 175 ragam produk penerapan inovasi teknologi pengolahan hasil perikanan. Produk-produk itu di antaranya berupa produk berbasis rumput laut, ikan air laut, ikan air tawar, alat penanganan pengolahan, dan ragam pengemasan.

Dirjen P2HP KKP, Saut P Hutagalung, menerangkan, kegiatan yang berlangsung pada 4-5 Juni 2013 ini juga diikuti 150 peserta yang merupakan pengusaha perikanan, pelaku UMKM, pegawai dinas kelautan dan perikanan provinsi hingga kota/ kabupaten, perwakilan organisasi massa (ormas), sekolah, pesantren, dharma wanita, PKK, dan perguruan tinggi.

“Gelar teknologi ini diharapkan bisa menjadi ajang untuk saling tukar menukar informasi khususnya yang menyangkut pengembangan teknologi pengolahan hasil perikanan,” harap Saut.







2 Komentar

  • edi

    apakah dari perguruan tinggi boleh di ikutkan?

  • Sri Maulani Bakri

    Bagus sekali programnya. Bisakah kami dari ikm ikut pelatihan yang diadakan olehkementrian ? Dan bagaimana cara pemesanan motor SPG ?



Komentar Berita

Online: 3|Hits: 113 / 378569

Humas Ditjen P2HP :: Gedung Mina Bahari III, Lt. 14 Jl.Medan Merdeka Timur No.16, Telp.021-3519070 Ext: 6089, 6078 Fax: 021-3500132

Ke Atas